Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan dan jawabannya. Berdasarkan Katekismus Gereja Katolik (KGK 1322-1419).
1. Apa itu Ekaristi?
Ekaristi adalah sakramen di mana Gereja merayakan kenangan akan wafat dan kebangkitan Kristus, dan di dalamnya Kristus sungguh hadir. Katekismus mengajarkan bahwa Ekaristi adalah “sumber dan puncak seluruh hidup kristiani,” karena seluruh kehidupan Gereja mengarah kepada Ekaristi dan memperoleh kekuatan darinya.
2. Kenapa Ekaristi sangat penting dalam Gereja Katolik?
Karena Ekaristi bukan sekadar simbol kebersamaan. Di dalamnya, Gereja menerima Kristus sendiri. Katekismus menegaskan bahwa sakramen-sakramen lain, pelayanan Gereja, dan karya kerasulan semuanya berhubungan dengan Ekaristi dan diarahkan kepadanya.
3. Kenapa disebut Ekaristi ?
Kata “Ekaristi” berarti ucapan syukur. Nama ini dipakai karena dalam perjamuan terakhir Yesus mengucap syukur kepada Bapa, dan Gereja meneruskan tindakan syukur itu dalam perayaan ini. Katekismus juga menyebut bahwa sakramen ini punya banyak nama, seperti: Perjamuan Tuhan, Pemecahan Roti, Perayaan Ekaristi, Kurban Kudus, dan Komuni Kudus.
4. Apakah Ekaristi sama dengan Misa?
Dalam pemakaian sehari-hari, keduanya sering dipakai bergantian, tetapi penekanannya beda. Misa menunjuk pada seluruh perayaan liturginya, sedangkan Ekaristi menunjuk pada sakramen dan misteri utamanya: kurban Kristus, kehadiran-Nya, dan Komuni Kudus. Jadi, Misa adalah perayaan liturgisnya; Ekaristi adalah pusatnya. Ini sejalan dengan struktur liturgi Ekaristi dalam Katekismus.
5. Dari mana asal Ekaristi?
Ekaristi berasal dari Yesus sendiri pada Perjamuan Terakhir, ketika Ia mengambil roti dan anggur lalu berkata bahwa itu adalah Tubuh dan Darah-Nya, dan memerintahkan para murid untuk melakukan itu sebagai kenangan akan Dia. Gereja percaya bahwa inilah dasar langsung sakramen Ekaristi.
6. Apa yang terjadi pada roti dan anggur dalam Ekaristi?
Menurut iman Katolik, roti dan anggur sungguh berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus oleh sabda Kristus dan kuasa Roh Kudus. Katekismus mengajarkan bahwa di pusat perayaan Ekaristi ada roti dan anggur yang menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
7. Apakah perubahan roti dan anggur cuma simbol?
Bukan. Gereja Katolik mengajarkan kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi. Artinya, Kristus hadir secara benar, nyata, dan substansial dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrasi. Jadi ini bukan cuma lambang kosong, tetapi sungguh misteri iman.
8. Mengapa Ekaristi disebut kurban?
Karena Ekaristi menghadirkan kurban Kristus yang satu dan sama di salib. Katekismus menjelaskan bahwa Ekaristi adalah kurban syukur, pujian, dan peringatan sakramental atas kurban Kristus; bukan kurban baru yang terpisah, melainkan partisipasi Gereja dalam kurban Kristus yang satu.
9. Apa hubungan Ekaristi dengan Komuni Kudus?
Komuni Kudus adalah saat umat menyambut Tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi. Jadi, Komuni adalah buah dari perayaan Ekaristi. Dengan menyambut Komuni, umat dipersatukan lebih erat dengan Kristus dan juga dengan Gereja sebagai tubuh-Nya.
10. Siapa yang boleh menerima Komuni Kudus?
Secara umum, yang dapat menerima Komuni Kudus adalah orang Katolik yang sudah dibaptis, berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja, dan berada dalam keadaan rahmat. Katekismus menegaskan bahwa orang yang sadar melakukan dosa berat harus menerima Sakramen Tobat lebih dulu sebelum menyambut Komuni.
11. Mengapa harus berpuasa sebelum menerima Ekaristi?
Puasa Ekaristi dilakukan sebagai tanda hormat, persiapan batin, dan pengendalian diri sebelum menyambut Tuhan. Katekismus menyinggung pentingnya disposisi hormat dan layak dalam menerima Ekaristi. Bentuk disiplin puasanya diatur juga dalam hukum Gereja, tetapi semangat dasarnya adalah penghormatan kepada Kristus yang hadir.
12. Boleh atau tidak menerima Komuni kalau belum siap?
Boleh, bahkan kadang itu justru sikap yang benar. Kalau seseorang belum siap secara batin, sedang sadar akan dosa berat, atau belum berada dalam keadaan yang sesuai untuk menyambut Komuni, ia sebaiknya tidak menerima dulu dan mempersiapkan diri dengan baik. Katekismus mengajarkan pentingnya pemeriksaan batin sebelum menyambut Tubuh Tuhan.
13. Kenapa umat Katolik menyembah Sakramen Mahakudus?
Karena Gereja percaya Kristus sungguh hadir dalam Ekaristi, maka Sakramen Mahakudus patut dihormati dan disembah. Katekismus menegaskan bahwa penyembahan kepada Kristus dalam Ekaristi, baik dalam perayaan maupun di luar perayaan, adalah tindakan yang sesuai dengan iman Gereja.
14. Apakah Ekaristi hanya soal hubungan pribadi dengan Tuhan?
Bukan cuma itu. Ekaristi juga membangun persekutuan Gereja. Dengan menyambut satu roti yang sama, umat dipersatukan dalam satu tubuh, yaitu Kristus. Maka Ekaristi juga menuntut kasih kepada sesama, perhatian kepada yang miskin, dan hidup yang makin sesuai dengan Injil.
15. Apa buah rohani dari Ekaristi?
Katekismus mengajarkan bahwa Ekaristi:
menguatkan persatuan dengan Kristus,
menghapus dosa-dosa ringan,
menjaga kita dari dosa berat di masa depan,
memperdalam persatuan dengan Gereja,
dan menguatkan kasih kepada sesama.
16. Kenapa Ekaristi disebut 'bekal perjalanan menuju surga' ?
Karena Ekaristi adalah jaminan dan pendahuluan kemuliaan yang akan datang. Katekismus menyebutnya sebagai “pledge of the glory to come,” artinya Ekaristi memberi kita rasa awal dari perjamuan surgawi bersama Kristus.
17. Apa sikap yang baik saat mengikuti Ekaristi?
Sikap yang baik adalah datang dengan hormat, ikut ambil bagian secara sadar dan aktif, mendengarkan Sabda Tuhan, berdoa dengan sungguh, dan mempersiapkan hati untuk menyambut Kristus. Ekaristi bukan tontonan, tetapi perjumpaan nyata dengan Tuhan dan perayaan seluruh Gereja. Ini sesuai dengan ajaran Katekismus tentang liturgi dan partisipasi umat dalam perayaan sakramen.
18. Jadi, inti paling sederhana tentang Ekaristi itu apa?
Intinya: Yesus memberikan diri-Nya sendiri kepada kita. Dalam Ekaristi, Gereja mengenang karya keselamatan Kristus, menghadirkan kurban-Nya, menerima kehadiran-Nya, dan dipersatukan dengan-Nya. Itulah sebabnya Ekaristi menjadi pusat hidup Gereja.