Berikut ini adalah makna bagian-bagian Misa Kudus pada hari Minggu:
Imam dan pelayan lainnya berarak menuju ruang altar tempat umat berhimpun. Perarakan diiringi lagu pembuka. Setibanya di muka altar, imam dan para pelayan dan seluruh umat menyatakan penghormatan kepada Allah dengan membungkuk khidmat. Imam lalu menuju altar—yang melambangkan Kristus—dan menciumnya. Di altar itu tersimpan relikui Santo/ Santa tertentu. Imam mencium altar sebagai tanda bahwa saat mempersembahkan Misa, ia tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan pada jasa pengorbanan Kristus dalam kesatuan dengan para kudus-Nya.
Misa pada dasarnya adalah persembahan Kurban yang satu dan sama dengan Kurban Yesus di salib Golgota. Maka adalah layak bahwa Misa diawali dengan Tanda Salib. (I: Imam, U: Umat)
I Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.[1]
- …. dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus…” (Mat 28:19)
U Amin.
- Maka seluruh umat mengatakan: “Amin! …” (1Taw 16:36).
Imam menyatakan kehadiran Allah kepada umat.
Salam 1
I Tuhan bersamamu atau Tuhan sertamu.
U Dan bersama rohmu atau Dan sertamu juga.
- “TUHAN kiranya menyertai kamu” (Rut 2:4).
Salam 2
I Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus besertamu.[2]
U Dan sertamu juga.
- “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2Kor 13:13).
Salam 3
I Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita, Yesus Kristus, besertamu.
U Dan sertamu juga.
- “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu” (1Kor 1:3).
Salam 4
I Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dan dari Allah Bapa, dan dari Putra-Nya, Yesus Kristus, besertamu.
U Dan sertamu juga.
- “Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dan dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita…” (2Kor 1:3, 2Yoh 1:3).
Imam atau Diakon atau pelayan lain mengarahkan Umat kepada misteri yang akan dirayakan.
Ungkapan Tobat melambangkan seruan umat manusia yang berdosa di sepanjang sejarah, termasuk diri kita sendiri. Kita menyadari dosa-dosa kita dan memohon ampun kepada Tuhan. Doa tobat diucapkan sebelum Kemuliaan. Ini melambangkan kemalangan dunia sebelum datangnya Mesias.
I+U Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa…
- “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh” (Yak 5:16)
dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.
- “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yak 4:17).
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita.[3]
I Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.[4]
- “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1Yoh 1:9).
U Amin.
Berikut ini adalah makna bagian-bagian Misa Kudus pada hari Minggu:
I Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
- “… mari kita berdoa dan mohon kepada Tuhan kita, semoga dianugerahkanNya belas kasihan serta perlindungan” (Tob 8:4).
I Kristus, kasihanilah kami.
U Kristus, kasihanilah kami.
I Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
Tobat dapat juga dilakukan dengan mendaraskan Mzm 32, Mzm 5, Mzm 103, atau menyisipkan doa singkat dalam seruan Tuhan kasihanilah kami dan Kristus kasihanilah kami.
Madah Kemuliaan melambangkan nyanyian malaikat pada saat kelahiran Kristus Juruselamat kita. Selama Kemuliaan didaraskan kita merenungkan kelahiran Kristus. Kita pun menyembahNya bersama para malaikat, Bunda Maria, St. Yusuf, para gembala dan para majus. Di Madah Kemuliaan telah dinyatakan penderitaan Yesus sebagai Anak Domba Allah, karena ketika masih bayi, Yesus pun sudah mengalami penderitaan. Yaitu dengan kelahiran-Nya di tempat yang termiskin, dan pengungsian-Nya ke Mesir bersama St. Yusuf dan Bunda Maria, untuk menghindari pembantaian bayi-bayi tak berdosa atas perintah Raja Herodes yang ingin membunuhNya.
Kemuliaan kepada Allah di Surga, dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.[6]
- “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:14).
Kami memuji Dikau. Kami meluhurkan Dikau.
- “Manakala kamu memuliakan Tuhan luhurkanlah Dia sedapat-dapatnya… (Sir 43:30)
Kami menyembah Dikau. Kami memuliakan Dikau.
- “Sembahlah Allah!” (Why 22:9)
Kami bersyukur kepada-Mu,[7]
- “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Ef 5:20)
karena kemuliaan-Mu yang besar.[8]
- “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya!” (Why 7:12)
Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.[9]
- “Alleluia! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja” (Why 19:6)
Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal.[10]
- “Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih” (2Yoh 1:3).
Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putra Bapa. Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.[11]
- “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29)
Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.[12]
- “Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah…?” (Rm 8:34)
Karena hanya Engkaulah kudus. Hanya Engkaulah Tuhan.
- “…Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah” (Luk 4:34).
- “Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu” (Why 15:4).
Hanya Engkaulah mahatinggi, ya Yesus Kristus,
- “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi” (Luk 1:32).
bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.[13]
- “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku…” (Yoh 14:26).
Doa Pembuka melambangkan doa-doa Yesus dalam kehidupan-Nya yang tersembunyi di Nazaret. Imam merentangkan tangan pada saat mendoakannya. Demikian pula, kita menyerahkan ke dalam tangan Tuhan, doa-doa, salib kehidupan kita, apakah itu penyakit, dukacita ataupun pengorbanan lainnya.
Bacaan I
Mazmur Tanggapan
Bacaan II
Bacaan diambil dari Kitab Perjanjian Lama atau pun Perjanjian Baru. Bacaan Pertama dan Kedua mempersiapkan jalan bagi pengajaran Injil oleh Kristus. Di akhir bacaan diakhiri dengan kata, Demikianlah sabda Tuhan, dan umat menjawab: Syukur kepada Allah. Antara kedua bacaan didaraskan Mazmur.
Mazmur Tanggapan umumnya diambil dari kitab Mazmur, dapat dibacakan atau dinyanyikan. Mazmur tersebut umumnya berkaitan dengan bacaan pada hari itu, dan merupakan kesempatan bagi umat untuk merenungkan bacaan yang baru saja mereka dengar.
Bacaan Injil
Alleluia atau aklamasi Injil didaraskan sebelum Injil dibacakan. Alleluia dinyanyikan oleh imam atau pemazmur—kecuali pada masa Prapaska dan Adven—beserta dengan kalimat pendek yang berkaitan dengan pesan Injil.
Injil melambangkan pengajaran Tuhan Yesus Kristus.
I Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius/Markus/Lukas/Yohanes.
U Dimuliakanlah Tuhan.
Lalu bersama kita membuat Tanda Salib di dahi, mulut dan hati untuk menunjukkan bahwa Injil-Nya akan selamanya terukir di pikiran kita, kita akui dengan mulut kita dan kita kasihi di hati kita.
Homili
Homili yang disampaikan oleh imam atau diakon tertahbis merupakan penjelasan bacaan Kitab Suci yang dihubungkan dengan misteri-misteri penebusan, iman dan prinsip hidup Kristiani.
Kredo/Syahadat
Kredo/Syahadat merupakan pernyataan iman kita kan ajaran Kristus, dan karena itu ditempatkan di bagian akhir Liturgi Sabda.
Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan Bumi,[14]
- “… Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi…” (Kej 14:19).
Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
- “… sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk 1:35).
Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria.[15]
- “Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus… (Mat 1:18).
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan,[16]
Yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati,[17]
- “Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan” (Yoh 19:16).
“… Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci….” (1Kor 15:3-4).
Yang naik ke Surga,[18] duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa.[19]
- “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga” (Mat 24:51)
Dari situ Ia kan datang mengadili orang hidup dan mati.[20]
- “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati…” (2Tim 4:1).
Aku percaya akan Roh Kudus,[21]
- “Akan terjadi pada hari-hari terakhir—demikianlah firman Allah—bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia…” (Kis 2:17).
Gereja Katolik yang kudus,[22]
persekutuan para kudus,[23]
- “demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain” (Rm 12:5).
- “Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah ke-empat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus” (Why 5:8).
Pengampunan dosa,[24]
- “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu…” (Kis 2:38).
Kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.[25]
- “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya” (Rm 6:5).
Doa Umat
Ujud-ujud doa untuk komunitas dan semua orang, dibawakan oleh Lektor. Di akhir ujud diakhiri dengan aklamasi:
L Marilah kita mohon:
U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
- “Jikalau engkau berdoa kepadaNya, Ia akan mengabulkan doamu…” (Ayb 22:27)
Doa Umat mengakhiri Liturgi Sabda.
Kolekte
Dalam Kolekte, umat menyumbang untuk kebutuhan komunitas, di parokinya maupun keuskupan.
Persiapan Persembahan
Sejumlah umat membawa persembahan kepada imam. Termasuk di sini roti dan anggur yang belum dikonsekrasikan. Prosesi benda-benda persembahan ini menjadi bagian dari liturgi sebelum abad ke-3.
Setelah menerima benda-benda persembahan imam mencuci tangan, untuk mengingatkan kita bahwa Kristus membasuh kaki para rasul-Nya sebelum perjamuan. Ini melambangkan pembasuhan seluruh diri dari segala yang menodai jiwa dan tubuh. Melalui pembasuhan ini, imam mempersiapkan diri untuk menyatukan keseluruhan dirinya dengan kurban Ekaristi yang murni.
I Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.[26]
- “Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah” (Pkh 3:13).
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.[27]
- “Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu. Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang” (Luk 22:17-18).
U Terpujilah Allah selama-lamanya.
- “Terpujilah Allah!” (Mzm 68:36)
I Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
- “… marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya….” (Ibr 12:28).
U Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
- “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya” (Mzm 50:23).
Doa Syukur Agung
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
I Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
- “Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga” (Rat 3:41).
I Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
- “…lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” (Kol 3:17).
U Sudah layak dan sepantasnya.
- “Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” (Kol 1:3).
Prefasi
Imam mendoakan Prefasi, yang menyatakan mengapa ucapan syukur harus diberikan kepada Allah. Prefasi merupakan adaptasi dari Mazmur 117, yaitu seruan untuk memuji Tuhan. Prefasi diakhiri dengan doa Kudus (Sanctus).
Kudus
Dengan mendaraskan Kudus (Sanctus) kita menggabungkan pujian dengan paduan suara surgawi di hadapan tahta Allah.
I+U Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa, Surga dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di Surga.
- “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yes 6:3)
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di Surga.
- “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,… hosana di tempat yang maha tinggi!” (Mrk 11:9-10)
Doa Syukur Agung I
Doa Syukur Agung I adalah doa syukur yang berasal dari Kanon Romawi (abad ke-4). Bersama dengan ucapan syukur kepada Tuhan, kita pun berdoa bagi intensi kita, untuk orangtua, saudara, sahabat, dst.
I Ya Bapa yang mahamurah, dengan rendah hati kami mohon demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami. Sudilah menerima dan memberkati pemberian ini, persembahan ini kurban kudus yang tak bernoda ini.[28]
- “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Ef 5:20).
- “Terimalah korban ini untuk seluruh umat-Mu Israel. Lindungilah dan sucikanlah milik-Mu ini” (2Mak 1:26).
Kami mempersembahkannya kepadaMu pertama- tama untuk Gereja-Mu yang kudus dan Katolik. Semoga Engkau memberikan kepadanya damai, perlindungan, persatuan dan bimbingan di seluruh dunia…[29]
- “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21).
bersama hamba-Mu Paus kami… dan Uskup kami… serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman Katolik, sebagaimana kami terima dari para rasul.[30]
- “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa” (Kis 2:42).
Ingatlah ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu… yang meminta doa kami; dan semua orang yang berhimpun di sini, yang iman dan baktinya Engkau kenal dan Engkau maklumi; bagi mereka, kurban ini kami persembahkan kepadaMu.[31]
- “Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari padaMu…” (Mzm 106:4).
Ingatlah juga akan mereka yang mempersembahkan kepadaMu kurban pujian ini bagi dirinya sendiri dan bagi kaum kerabatnya untuk penebusan jiwa mereka, untuk keselamatan dan kesejahteraan yang mereka harapkan dariMu, ya Allah yang benar, hidup dan kekal.
- “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibr 13:15).
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria, tetap perawan mulia,[32] Bunda Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami, Santo Yusuf, suaminya, serta para rasul dan para martir-Mu yang bahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus dan Yohanes, Tomas, Yakobus dan Filipus, Bartolomeus dan Matius, Simon dan Tadeus…) dan semua orang kudus-Mu. Atas jasa dan doa mereka, lindungilah dan tolonglah kami dalam segala hal. Demi Kristus Tuhan kami.[33]
U Amin.
Maka kami mohon, ya Tuhan, sudilah menerima persembahan kami, hamba-hamba-Mu, dan persembahan seluruh keluarga-Mu ini. Bimbinglah jalan hidup kami dalam damai-Mu luputkanlah kami dari hukuman kekal, dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami.[34]
- “dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar” (Kol 1:1).
U Amin.
I Ya Allah, kami mohon, sudilah memberkati dan menerima persembahan kami ini sebagai persembahan yang sempurna, yang benar,[35]
- “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.” (Yoh 4:24)
dan yang berkenan padaMu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus.[36]
Pada hari sebelum menderita Ia mengambil roti dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia dan sambil menengadah kepadaMu, Allah Bapa-Nya yang Mahakuasa, Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan makanlah, inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.”
- Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
(Ketika imam memperlihatkan Hosti Suci dan mengangkatNya, Umat memandangNya. Kita dapat membayangkan Yesus yang ditinggikan di tiang salib. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat. Kita dapat menyembahNya dengan mengatakan dalam hati, “Ya Tuhanku dan Allahku.”)
Demikian pula, sesudah perjamuan, Ia mengambil piala yang luhur dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru dan Kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.”[37]
- Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Mat 26:26-28).
(Ketika imam memperlihatkan Piala dan mengangkatNya, Umat memandangNya. Kita dapat membayangkan Darah-Nya yang tertumpah di salib. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat, sambil berkata dalam hati, “Ya, Tuhanku dan Allahku.”)
I Marilah menyatakan misteri iman kita.
- “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita” (1Tim 3:16).
U Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitan-Nya kita muliakan, kedatangan-Nya kita rindukan.
- “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1Kor 15:3-4).
I Oleh karena itu, ya Bapa, kami hamba-Mu, dan juga umat-Mu yang kudus mengenangkan Kristus,[38] Putra-Mu, Tuhan kami: penderitaan-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari alam maut dan juga kenaikan-Nya yang mulia ke surga. Dari anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, ya Allah yang Mahamulia,
- “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakanNya… (1Ptr 1:18-21).
kami mempersembahkan kepadaMu, kurban yang murni, kurban yang suci, kurban yang tak bernoda,
- “Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup” (Ibr 9:13-14).
roti suci kehidupan kekal dan piala keselamatan kekal.[39]
- “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh 6:54).
Sudilah memandang persembahan ini dengan hati yang rela dan wajah berseri; dan sudilah menerimanya seperti Engkau berkenan menerima persembahan hamba-Mu Habel,
- “TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu…” (Kej 4:4).
dan kurban leluhur kami Abraham,
- “Lalu Ia berfirman: ‘Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu’ ” (Kej 22:12).
dan seperti Engkau berkenan menerima kurban suci tak bernoda yang dipersembahkan kepadaMu oleh Melkisedek, imam agung-Mu.[40]
- “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi” (Kej 14:18).
Kami mohon kepadaMu, ya Allah yang Mahakuasa: utuslah malaikat-Mu yang kudus mengantar persembahan ini ke altar-Mu yang luhur, ke hadapan keagungan ilahi-Mu,
- “Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah” (Why 8:3-4).
agar kami semua yang mengambil bagian dalam perjamuan ini dengan menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu, dipenuhi dengan segala berkat dan rahmat surgawi. Demi Kristus Tuhan kami.[41]
- “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga” (Ef 1:3).
U Amin.
I Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu… dan …. yang telah mendahului kami dengan meterai iman dan beristirahat dalam damai. (Kita dapat mengingat dan berdoa bagi jiwa orangtua, saudara, kerabat, sahabat, dst yang mungkin berada di Api Penyucian). Kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, perkenankanlah mereka dan semua orang yang telah beristirahat dalam Kristus mendapatkan kebahagiaan, terang dan damai. Demi Kristus, Tuhan kami.
- “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia” (1Tes 4:13-14).
U Amin.
(Berikut ini adalah doa yang mengingatkan kita akan doa sang pencuri yang bertobat, yang disalibkan di sisi kanan Yesus dan memohon kerahiman-Nya. Kita pun memohon kerahiman Tuhan Yesus.)
I Perkenankanlah juga kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa ini, yang berharap atas kerahiman-Mu yang melimpah, mengambil bagian dalam persekutuan dengan para rasul dan para martir-Mu yang kudus: dengan Yohanes Pembaptis, Stefanus, Matias, Barnabas…. dan semua orang kudus-Mu.[42]
- “dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang” (Kol 1:12).
Perkenankanlah kami menikmati kebahagiaan bersama mereka, bukan karena jasa-jasa kami, melainkan karena kelimpahan pengampunan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami.[43]
- “Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran- pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN” (Mzm 27:7).
Dengan pengantaraan Dia, Engkau senantiasa menciptakan, menguduskan, menghidupkan, memberkati, dan menganugerahkan segala yang baik kepada kami.
- “Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan” (Mzm 104:27-28).
Doa Syukur Agung II
Doa Syukur ini adalah doa yang tertua dan tersingkat, menurut tulisan St. Hippolitus (170-236).
I Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa, sumber segala kekudusan.
- “Dan sekarang, ya Tuhan yang kudus, sumber segala kekudusan, jagalah selama-lamanya kesucian Bait yang baru saja ditahirkan ini” (2Mak 14:36).
… Dalam nama Dia yang adalah Tuhan, kami mohon: Kuduskanlah persembahan ini dengan daya Roh-Mu agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus.[44]
Ketika akan diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela,
- “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali…” (Yoh 10:17-18).
Yesus mengambil roti, mengucap syukur kepadaMu, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagiMu….”[45]
Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia mengucap syukur kepadaMu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru dan kekal, yang ditumpahkan bagiMu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.”[46]
- Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah- mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang” (Mrk 14:22-24).
I Marilah menyatakan misteri iman kita.
U Yesus, Tuhan kami, dengan wafat, Engkau menghancurkan kematian; dengan bangkit, Engkau memulihkan kehidupan. Datanglah dalam kemuliaan.
- “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut” (Ibr 2:14,15).
I Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepadaMu, ya Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan.[47]
- “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia… Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal…” (Yoh 6:51,54).
Kami bersyukur sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepadaMu.[48] Kami mohon agar kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.[49]
- “Karena roti adalah satu, maka kita, sekali pun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu” (1Kor 10:17-18).
Bapa perhatikanlah Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi. Sempurnakanlah umat-Mu dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami… dan Uskup kami… serta para imam, diakon dan semua pelayan sabda-Mu.[50]
Ingatlah (pula) akan saudara-saudari kami, kaum beriman, yang telah meninggal dunia dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu. Terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.[51] (Kita mengingat dan mendoakan jiwa orang tua, saudara, kerabat, sahabat, yang telah mendahului kita.)
- “… tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka” (2Mak 12:45).
Kasihanilah kami semua agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Maria, Perawan dan Bunda Allah, bersama para rasul dan semua orang kudus, dari masa ke masa yang hidupnya berkenan di hati-Mu.[52] Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.
- “… tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu” (2Tes 1:4-5).
Doa Syukur Agung III
Doa Syukur ini merupakan kombinasi liturgi Gereja Barat dan Timur, dan mungkin termasuk yang paling umum didaraskan dalam Misa Kudus.
I Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa. Segala ciptaan patut memuji Engkau.
- “Hendaknya sekalian langit memuji Engkau dan juga segenap ciptaanMu untuk selama-lamanya” (Tob 8:5).
Sebab dengan pengantaraan Putra-Mu Tuhan kami Yesus Kristus dan dengan daya kekuatan Roh Kudus, Engkau menghidupkan dan menguduskan segala sesuatu.[53]
- “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yoh 1:3)
Tak henti-hentinya Engkau menghimpun umat-Mu sehingga dari terbitnya matahari sampai terbenamnya di seluruh bumi dipersembahkan kurban yang murni untuk memuliakan nama-Mu.
- “Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN” (Mzm 113:3).
- “Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam” (Mal 1:11).
Maka kami mohon, ya Bapa, sudilah menguduskan persembahan ini dengan Roh-Mu agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, yang menghendaki kami merayakan misteri ini.[54]
Sebab pada malam Ia dikhianati, Yesus mengambil roti. Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagiMu.”[55]
Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru dan kekal yang ditumpahkan bagiMu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.”[56]
- Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah- mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuatNya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” (Luk 22:19-20).
I Setiap kali kita makan roti ini dan minum dari piala ini, kita menyatakan iman kita.
U Wafat-Mu kami kenang, ya Tuhan yang bangkit mulia. Datanglah umat-Mu menanti penuh iman dan harapan.[57]
- “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang” (1Kor 11:26).
Bapa, kami mengenangkan sengsara Putra-Mu yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya yang mengagumkan, dan kenaikan-Nya ke Surga. Sambil mengharapkan kedatangan-Nya kembali, dengan penuh syukur kami mempersembahkan kepadaMu kurban yang hidup dan kudus ini.[58] Kami mohon, pandanglah persembahan Gereja-Mu ini dan indahkanlah kurban yang telah mendamaikan kami dengan Dikau ini.[59]
- “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami” (2Kor 5:19).
Kuatkanlah kami dengan Tubuh dan Darah-Nya, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Nya, agar kami sehati dan sejiwa dalam Kristus.[60]
- “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera… (Ef 4:3-4).
Semoga kami disempurnakan olehNya menjadi suatu persembahan abadi bagiMu agar kami pantas mewarisi kebahagiaaan surgawi bersama para pilihan-Mu, terutama bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, para rasul-Mu yang kudus dan para martir-Mu yang jaya, dan bersama (Santo/Santa… serta) semua orang kudus yang selalu mendampingi dan menolong kami.[61]
- “… Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela” (Ef 5:25-27).
Ya Bapa, semoga berkat kurban yang mendamaikan ini, damai sejahtera dan keselamatan semakin dirasakan di seluruh dunia.[62]
Kuatkanlah iman dan cinta kasih Gereja-Mu yang kini masih berziarah di bumi ini bersama hamba-Mu, Paus kami… Uskup kami…, serta semua uskup, para imam, diakon, serta semua pelayan umat, dan seluruh umat kesayangan-Mu.[63] Dengarkanlah doa-doa umat-Mu yang Engkau perkenankan berhimpun di sini. Demi kerahiman dan kasih setia-Mu, ya Bapa, persatukanlah semua anak-Mu di mana pun mereka berada.
- “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu…” (Yoh 17:22-23).
Terimalah dengan rela ke dalam kerajaan-Mu: saudara-saudari kami dan semua orang yang berkenan padaMu yang telah beralih dari dunia ini.[64] (Kita mengingat dan mendoakan jiwa orang tua, saudara, keraba, sahabat, yang telah mendahului kita.)
Kami berharap agar bersama mereka kami pun menikmati kemuliaan-Mu selama-lamanya dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Sebab melalui Dia-lah Engkau melimpahkan segala yang baik kepada dunia.[65]
- “… karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga” (Kol 1:4-5).
Doa Syukur Agung IV
Doa Syukur ini menjabarkan sejarah keselamatan.
I Kami memuji Engkau, ya Bapa yang kudus, sebab agunglah Engkau dan segala karya-Mu Engkau laksanakan dengan penuh kebijaksanaan serta kasih sayang. Engkau menciptakan manusia seturut citra-Mu dan menyerahkan kepadanya tugas untuk memelihara alam semesta supaya ia berkuasa atas segala ciptaan dan berbakti kepadaMu, Pencipta alam semesta.[66]
- Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” (Kej 1:26).
Meskipun manusia kehilangan persahabatan dengan Dikau karena tidak setia, ia tidak Engkau biarkan merana di bawah kuasa maut. Dengan penuh belas kasih, Engkau menolong semua orang untuk mencari dan menemukan Engkau kembali.[67]
- “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!” (Yes 55:6)
Begitu pula berulang-ulang Engkau mengundang mereka untuk mengikat perjanjian dan dengan pengantaraan para nabi Engkau mengajar mereka untuk mengharapkan keselamatan.
- “Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepadaKu; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud” (Yes 55:3).
Ya Bapa yang kudus, demikian besar kasih-Mu terhadap dunia sehingga ketika sudah genaplah waktu penantian, Engkau mengutus Putra-Mu yang tunggal menjadi Juru Selamat kami.[68]
- “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Gal 4:4-5).
Ia menjadi manusia oleh kuasa Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, dan hidup sama seperti kami dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa.[69]
- “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan- kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr 4:15).
Ia mewartakan kabar sukacita: keselamatan bagi kaum miskin, pembebasan bagi para tawanan, dan penghiburan bagi yang berduka.[70]
- “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18).
Guna menggenapi rencana penyelamatan-Mu, Ia menyerahkan hidup-Nya. Namun dengan bangkit dari alam maut, Ia memusnahkan kematian dan membangun kembali kehidupan. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.[71]
- “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?… Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (1Kor 15:54-57).
Dan, agar kami tidak lagi hidup bagi diri kami sendiri, melainkan bagi Dia yang wafat dan bangkit bagi kami, Ia mengutus Roh Kudus dariMu sebagai anugerah pertama bagi kaum beriman. Roh Kudus itu menyempurnakan karya Putra-Mu dan menyelesaikan karya pengudusan-Nya di bumi.[72]
- “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya…” (Yoh 14:16).
Dari sebab itu kami mohon, ya Bapa, semoga Roh Kudus itu menguduskan persembahan ini[73] agar menjadi Tubuh dan Darah Tuhan kami, Yesus Kristus, yang menghendaki kami merayakan misteri agung ini yang Ia wariskan kepada kami sebagai perjanjian abadi.
- “Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama” (Ibr 9:15).
Ya Bapa yang kudus, Putra-Mu senantiasa mencintai murid-murid-Nya di dunia. Maka, tatkala tiba saatnya Engkau muliakan, Ia mencurahkan cinta sehabis-habisnya.
- “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya” (Yoh 13:1).
Ketika bersantap bersama mereka, Ia mengambil roti, memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagiMu.” Demikian pula, Ia mengambil piala berisi anggur, mengucap syukur kepadaMu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata: “Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru dan kekal yang ditumpahkan bagiMu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.”[74]
- “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” (1Kor 11:23-25)
I Sungguh agung misteri iman kita.
I+U Tuhan Penebus dunia, dengan salib dan kebangkitan-Mu, Engkau membebaskan manusia. Selamatkanlah kami, umat-Mu.
- “… kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia” (Yoh 4:42).
Oleh karena itu, ya Bapa, sambil merayakan kenangan akan penebusan kami, kami mengenangkan Kristus yang telah wafat dan turun ke tempat penantian.[75]
- “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita,… Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara…” (1Ptr 3:18-19).
Kami mengakui bahwa Ia telah bangkit dan naik ke surga, duduk di sisi kanan-Mu.[76]
- “dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakanNya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga…” (Ef 1:19-20).
Sambil mengharapkan kedatangan-Nya dalam kemuliaan,[77]
- “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya” (Mat 25:31).
kami mempersembahkan padaMu Tubuh dan Darah-Nya: kurban yang berkenan padaMu dan membawa keselamatan bagi seluruh dunia. Ya Bapa, sudilah memandang kurban yang telah Engkau sediakan sendiri bagi Gereja-Mu. Perkenankanlah agar semua yang ikut menyantap roti yang satu dan minum dari piala yang sama ini dihimpun oleh Roh Kudus menjadi satu tubuh. Semoga dalam Kristus, mereka menjadi kurban yang hidup sebagai pujian bagi kemuliaan-Mu.[78]
- “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus… Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” (1Kor 12:12,27).
Ingatlah, ya Bapa akan semua orang, terutama Paus kami…., Uskup kami …., para uskup di seluruh dunia,[79] para imam dan diakon, serta semua yang Engkau panggil untuk melayani umat-Mu; juga akan semua yang ikut dalam kurban persembahan ini: semua yang hadir di sini, seluruh umat-Mu, dan semua yang mencari Engkau dengan tulus hati. Bagi mereka semua, kurban ini kami persembahkan.
- “Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya” (Kis 10:35).
Ingatlah juga saudara-saudari kami yang telah berpulang dalam damai Kristus dan semua orang yang meninggal; hanya Engkaulah yang mengenal iman mereka.[80]
Bapa yang mahamurah, perkenankanlah kami semua, anak-anak-Mu, mewarisi kebahagiaan surgawi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, bersama para rasul dan semua orang kudus-Mu di dalam kerajaan-Mu.[81] Di sanalah, bersama segala ciptaan-Mu yang bebas dari kuasa dosa dan maut, kami akan memuliakan Dikau dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab melalui Dialah Engkau melimpahkan segala yang baik kepada dunia.
- “… tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (Rm 8:21).
Doksologi
Doa Syukur Agung diakhiri dengan Doksologi. Imam mengangkat hosti dan piala yang telah dikonsekrasikan menjadi Tubuh dan Darah-Nya. Ini melambangkan kematian Kristus, yaitu Jiwa-Nya terpisah dari Tubuh-Nya. Saat Doksologi kita menghormati Kristus yang telah wafat bagi kita.
I Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagiMu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.[82]
- “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Rm 11:36)
U Amin.
Ritus Komuni
Di hadapan Kristus yang telah wafat bagi kita, kita mendaraskan doa yang diajarkanNya sendiri kepada kita, yaitu doa Bapa Kami. Di kaki salib-Nya, kita belajar memiliki hati yang lapang untuk menerima penderitaan dan mengampuni kesalahan sesama.
I Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U Bapa kami yang ada di Surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu,
di atas bumi seperti di dalam Surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami;
dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
- “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak- Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat” (Mat 6:9-13).
I Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tentram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
- “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15).
U Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.[83]
I Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para Rasul: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu.” Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa.
- “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu…” (Yoh 14:27).
Damai Kristus selalu besertamu.
- Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yoh 20:19)
Pemecahan Roti
Setelah Kristus wafat, seorang serdadu menusuk lambung-Nya dengan tombak dan keluarlah darah dan air. Imam memegang Tubuh Kristus dalam rupa Hosti di atas piala Darah-Nya. Lalu ia memecahkan sebagian kecil dari Hosti itu, yang melambangkan luka di lambung Yesus. Dari sanalah keluar darah dan air. Sebagaimana dari rusuk Adam terbentuklah Hawa; demikian pula, dari rusuk Kristus, Adam yang baru, terbentuklah mempelai-Nya, yaitu Gereja-Nya. Maka darah dan air yang keluar dari lambung Kristus adalah gambaran Gereja-Nya.
Lalu Tubuh Kristus dalam rupa Hosti itu dibagi menjadi 3 bagian (Bernard C. Loeher, Following Christ Through the Mass, Ibid., p. 72-73), yang melambangkan Gereja yang sudah jaya di Surga, Gereja yang masih berziarah di dunia, dan Gereja yang masih mengembara di Api Penyucian. Namun meskipun rupa Hosti itu dibagi tiga, Yesus tetaplah satu dan tidak terbagi, hadir di setiap bagiannya. Demikian pula walau ada tiga status Gereja, namun ketiganya adalah Gereja yang satu dan sama.
Kemudian imam akan menempatkan ke dalam piala, fragmen/pecahan Hosti yang menunjukkan persatuan kembali Tubuh dan Darah Yesus. Ini melambangkan Kebangkitan Kristus dari alam maut.
Anak Domba Allah (Agnus Dei)
Kristus, Anak Domba Allah, berkuasa mengampuni dosa. Doa Anak Domba Allah (Agnus Dei) didaraskan untuk mengenangkan hal ini dan bahwa setelah kebangkitan-Nya, Kristus menampakkan diri kepada para rasul dan memberi mereka, yaitu Gereja, kuasa untuk mengampuni dosa.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, berilah kami damai.
- Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia….” (Yoh 1:29).
Komuni
I Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke Perjamuan-Nya.
- “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” (Why 19:19).
I+U Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang pada saya. Tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.[84]
- “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Mat 8:8).
Penerimaan Tubuh dan Darah Kristus
Komuni yang dibagikan kepada umat beriman menggambarkan perjamuan Ekaristi Kristus yang telah bangkit dengan para murid-Nya. Contoh doa sebelum dan sesudah Komuni dapat dilihat di sesi sebelumnya.
Pembersihan Bejana
Saat Hening
Doa Sesudah Komuni
Ini melambangkan 40 hari setelah kebangkitan-Nya sebelum Yesus naik ke Surga. Tangan imam yang terangkat mengingatkan akan Yesus yang menjadi Pengantara kita kepada Allah Bapa.
Amanat Pengutusan
Kita mengenangkan Kristus menuju Bukit Zaitun dan terangkat ke Surga di hadapan para murid-Nya.
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
I Semoga Saudara sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa. Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.
- “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke Sorga” (Luk 24:51).
I (a) Pergilah dalam damai Tuhan.
- “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Luk 7:50)
(b) Perayaan Ekaristi sudah selesai. Marilah kita pergi. Kita diutus.[85]
(c) Pergilah dalam damai untuk mengasihi dan melayani Tuhan.
- “Sekarang layanilah TUHAN, Allahmu, dan Israel, umat-Nya!” (2Taw 35:3)
U Syukur kepada Allah.
- “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2Kor 9:15)
