“Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” (Luk 1:38)
Kadang kita bayangin hidup itu harus jelas dulu baru jalan. Harus ngerti semuanya dulu baru berani bilang “iya”. Tapi Maria justru kebalik.
Dia gak dikasih roadmap lengkap.
Gak ada jaminan hidupnya bakal mudah.
Bahkan resikonya besar—disalahpahami, ditolak, menderita.
Tapi dia tetap bilang: “iya.”
“Iya” bukan karena dia ngerti semuanya, tapi karena dia percaya kepada Yang memanggilnya.
Kabar Sukacita itu bukan cuma soal malaikat datang. Ini soal Tuhan masuk ke hidup manusia lewat ketaatan sederhana.
Dan jujur aja, sering banget kita kayak gini:
Tuhan kasih panggilan kecil → kita tunda
Tuhan bisikin hati → kita ragu
Tuhan buka jalan → kita takut
Kita pengen kontrol, sedangkan Maria justru menyerahkan kontrol.
Tuhan gak butuh orang sempurna. Dia butuh orang yang mau bilang “iya” dan setia atas “iya”-nya itu.
“Iya” untuk hal kecil:
bantu orang lain
jujur walau susah
setia walau capek
percaya walau gak ngerti
Karena dari “iya” kecil itu, Tuhan bisa bikin sesuatu yang besar—bahkan keselamatan dunia dimulai dari satu “iya”.
Pertanyaan buat diri sendiri:
Hari ini, bagian mana dalam hidup mu yang Tuhan lagi sentuh… tapi masih ragu buat bilang “iya”?
Doa singkat:
Tuhan,
ajarin aku untuk percaya seperti Maria.
Walau aku gak ngerti semuanya,
berikan aku hati yang berani untuk berkata:
“Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.”
Amin.
